لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِMaksudnya : Rasulullah saw melaknat golongan lelaki yang menyerupai orang perempuan dan juga golongan perempuan yang menyerupai orang lelaki. [HR Al-Bukhari No. 5885]
Daripada Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah saw., mengutuk seorang laki-laki yang memakai pakaian seperti seorang perempuan, dan mengutuk perempuan yang memakai pakaian seperti seorang laki-laki.” [HR. Abu Daud]
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah memang menyatakan: “Ulama berkata, mukhannats itu ada dua macam.(1) hal itu memang sifat asal/ pembawaannya bukan ia bersengaja lagi memberat-beratkan dirinya untuk bertabiat dengan tabiat wanita, bersengaja memakai pakaian wanita, berbicara seperti wanita serta melakukan gerak-gerik wanita. Namun hal itu merupakan pembawaannya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menciptakannya seperti itu. Mukhannats yang seperti ini tidaklah dicela dan dicerca bahkan tidak ada dosa serta hukuman baginya kerana ia diberi uzur disebabkan hal itu bukan kesengajaannya. Kerana itulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada awalnya tidak mengingkari masuknya mukhannats menemui para wanita dan tidak pula mengingkari sifatnya yang memang asal penciptaan/ pembawaannya demikian. Yang beliau ingkari setelah itu hanyalah kerana mukhannats ini ternyata mengetahui sifat-sifat wanita (gambaran lekuk-lekuk tubuh wanita) dan beliau tidak mengingkari sifat pembawaannya serta keberadaannya sebagai mukhannats.(2) mukhannats yang sifat kewanita-wanitaannya bukan asal penciptaannya bahkan ia menjadikan dirinya seperti wanita, mengikuti gerak-gerik dan penampilan wanita seperti berbicara seperti mereka dan berpakaian dengan pakaian mereka. Mukhannats seperti inilah yang tercela di mana disebutkan laknat terhadap mereka di dalam hadits-hadits yang shahih.
Al-Mutarajjilah yaitu wanita yang menyerupai laki-laki dalam hal pakaian, penampilan, cara berjalan, mengangkat suara (cara bicara), dan semisalnya. Bukan penyerupaan dalam pendapat/ pikiran/ pertimbangan, dan ilmu. Kerana menyerupai laki-laki dalam masalah ini adalah terpuji, sebagaimana diriwayatkan bahawa pendapat/ pikiran/ pertimbangan Aisyah radhiallahu ‘anha seperti laki-laki. (‘Aunul Ma’bud, 13/189).
Al-Hasan berkata, “Demi Allah, tidaklah seorang lelaki tunduk kepada isterinya dalam segala hal yang diinginkannya kecuali Allah ta’ala akan menelungkupkannya di dalam neraka.”
Daripad Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw., bersabda: “Ada dua kelompok orang yang ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya, yaitu orang yang mempunyai cambuk seperti seekor lembu, dimana dengan cambuk itu ia suka memukulnya kepada sesama manusia, dan orang-orang perempuan yang berpakaian seperti orang telanjang, merayu-rayu dan melengok-lengok membesarkan kondenya seperti punggung unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium harumnya surga, dan sesungguhnya harumnya surga itu akan didapatkan sejauh perjalanan sana dan sini.” [HR. Muslim]
Sabda Rasulullah,صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ، مَائِلاَتٌ رُؤُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ المَائِلَةِ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَاMaksudnya: “Dua golongan termasuk ahli neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian separuh bogel (kerana memakai pakaian yang nipis atau yang menampakkan susuk badan), yang berjalan dengan berlenggang-lenggok (seperti perjalanan seorang pelacur), yang kepalanya terhuyung-hayang laksana kelana unta yang bergoyang-goyang, wanita-wanita itu tidak akan memasuki syurga, sedangkan bau syurga itu akan tercium dalam jarak sekian dan sekian.”
Surah Al-Ahzab Ayat 33:59
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗاWahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
“Ketika Ibnu ‘Umar dan Abdullah bin `Amru sedang berada di tempat Zubair bin Abdul Muththallib, tiba-tiba datang seorang perempuan mengheret kambing sambil bersandar pada sebuah busur. Kemudian Abdullah bin `Umar bertanya, “Kamu ini lelaki atau perempuan?” Wanita itu menjawab, “Perempuan.” Lalu Ibnu `Umar berpaling kepada Ibnu `Amru sambil berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala melalui lisan NabiNya, telah melaknat wanita yang menyerupai lelaki dan lelaki yang menyerupai wanita.”
Dari Usamah bin Zaid ra. Dari Nabi saw beliau bersabda: “Tiada aku tinggalkan suatu fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki dan fitnah perempuan.” [HR Bukhari dan Muslim]