- us Dr Abd Rahman Mahmood kuliah Suboh Sabtu 22-Ogo-2026
Kitab Minhajul 'Abidin: Pengenalan
Kesesatan -- Kesesatan dalam agama Islam berlaku apabila hukum syarak dikurangkan atau ditambah‑tambah tanpa dalil yang sah. Imam Al‑Ghazali menjelaskan kesesatan dalam Islam berlaku apabila seseorang:
- Menggugurkan hukum syarak yang telah ditetapkan dengan dalil yang jelas, atau
- Menambah sesuatu ke dalam agama lalu diyakini sebagai syariat, padahal ia tidak berasaskan Al‑Qur’an, Sunnah, ijma’ atau qiyas sahih, bahkan mungkin bertentangan dengan keduanya.
Namun, tidak semua perkara baru adalah sesat. Ciptaan/Inovasi yang tidak bercanggah dengan syarak dan menguatkan tujuan syariah (memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, harta) adalah dibenarkan, malah dituntut. Yang tercela ialah bid‘ah yang menyimpang dari akidah dan syariat, bukan setiap kaedah atau wasilah baru dalam urusan dunia dan dakwah.
- 4 halangan utama untuk seseorang beramal
Godaan utama seseorang utk beramal ie
1. Dunia yang melalaikan,
2. Makhluk (manusia) yang mengganggu,
3. Syaitan yang membisikkan kejahatan,
4. Nafsu yang mendorong kepada hawa syahwat.
1. Dunia -- Maksudnya cinta berlebihan kepada harta, pangkat, kemewahan, dan kesibukan urusan duniawi sehingga:
- Mengalihkan hati dari mengingat Allah.
- Menyebabkan solat, zikir, dan ketaatan menjadi tergesa‑gesa atau lalai.
- Membuatkan seseorang lebih takut kehilangan dunia daripada takut kepada Allah.
Cara mengatasinya:
- Mengosongkan hati dari cinta keterlaluan kepada dunia.
- Menyedari bahawa dunia hanya sementara dan akhirat adalah tempat kembali.
- Menggunakan dunia sekadar bekalan untuk ibadah, bukan tujuan akhir.
2. Makhluk (manusia) -- Maksudnya gangguan daripada manusia, sama ada:
- Ajakan kepada maksiat (kawan fasik, munafiq, atau musuh agama).
- Sanjungan, pujian, dan kedudukan sosial yang membuatkan seseorang riya’ dan ujub.
- Tekanan keluarga atau masyarakat yang menolak ketaatan.
Cara mengatasinya:
- Mengasingkan diri (uzlah) bila perlu, untuk memelihara hati dan ibadah.
- Memilih pergaulan dengan orang yang mengingatkan Allah.
- Tidak menjadikan pujian atau kecaman manusia sebagai ukuran utama, tetapi redha Allah.
3. Syaitan -- Maksudnya bisikan syaitan yang:
- Menjadikan dosa nampak indah dan ringan.
- Menimbulkan was‑was dalam ibadah (contohnya: ragu‑ragu dalam wuduk, solat, niat).
- Menggalakkan sifat malas, ghurur (terpedaya), dan putus harap dari rahmat Allah.
Cara memerangi syaitan dengan:
- Membaca Al‑Qur’an,
- Berzikir,
- Memohon perlindungan Allah daripadanya.
- Menjaga wuduk dan solat berjemaah.
- Menghadirkan hati ketika beribadah, supaya bisikan syaitan tidak mudah menguasai.
4. Nafsu -- Maksudnya nafsu yang mendorong kepada:
- Hawa syahwat (makan, minum, seks, hiburan) secara berlebihan.
- Marah, dendam, iri hati, sombong.
- Malas beribadah dan lebih memilih kesenangan.
Beberapa tingkatan nafsu, antaranya:
- Nafsu ammarah (yang menyuruh kepada kejahatan),
- Nafsu lawwamah (yang menyesali diri),
- Nafsu mulhamah (yang diilhamkan kebaikan).
Cara menewaskan nafsu dengan:
- Puasa,
- Qiyamullail,
- Mengurangkan makan dan tidur berlebihan,
- Mujahadah (bersungguh‑sungguh) melawan keinginan yang bercanggah dengan syariat.
- Melatih diri dengan zikir dan muhasabah setiap malam.
- Imam Al-Ghazali menegaskan peringkat pertama dalam memilih jalan ibadah, iaitu jalan yang diredhai Allah, walaupun penuh rintangan ie:
- ilmu dan makrifat: mengenal Allah, mengetahui siapa yang disembah, serta memahami perintah dan larangan‑Nya.
Ibadah tanpa ilmu adalah sia‑sia, bahkan boleh menjadi sesat; maka ilmu adalah dasar dan asas kpd peringkat seterusnya.
- Ilmu dan Makrifat
- Taubat
- Godaan
- Rintangan
- Pendorong
- Cacat‑cela (penyakit hati)
- Puji dan Syukur.